Langkah Tepat Tangani Kecelakaan

RENTETAN kasus kecelakaan transportasi membuat pihak perhubungan ‘gerah’. Masyarakat menilai, kinerja mereka lamban dan bergerak ketika jatuh korban. Ketidakpercayaan masyarakat kian menjadi. Kecelakaan pun hinggah silih bergantinya. Tampaknya, perhubungan mulai mengatur langkah; berbenah dari kesalahan.

Pemerintah sepertinya serius menangani masalah keselamatan penumpang. Buktinya, Presiden membentuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (DKTN). Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan DKTN harus kerja ekstra menyusun kebijakan keselamatan transportasi. Tentunya, mereka hadir bukan untuk unjuk gigi.

Perhubungan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), bertindak sebelum terlambat. Mereka men-Sidak sejumlah kapal motor penumpang (KMP) di Pelabuhan Uleelhue, Banda Aceh. Anggota Komisi D DPRD NAD Sulaiman Abda, Pengelola ASDP, dan Adpel Uleelhue, ikut serta.

KMP Tanjung Burang (TB) melayari Banda Aceh-Balohan Sabang, salah satu yang diperiksa. Keesokan harinya—entah lagi untung atau tidak—Dinas Perhubungan NAD, mengambil kebijakan dan menilai KMP TB, tak laik berlayar. Keputusan diambil melalui rapat terpadu Dishub NAD, ASDP, Adpel, dan Tim Pengawasan Pelayaran di Uleelhue.

Kepala Dinas Perhubungan NAD Muhyan Yunan mengungkapkan, keputusan penyetopan operasional KMP TB, diambil pasca peninjauan ke lapangan. Pihaknya menemukan adanya tambalan cor semen di lambung kapal. Mereka menilai riskan terhadap keselamatan pelayaran.

Di saat bencana transportasi kian marak berselancar di Indonesia, masih saja ada di bumi ini, pengusaha yang mengoperasikan kapal secara tidak layak. Berbagai kerusakan diperbaiki sekadarnya; tak mau rugi banyak, hanya ingin untung banyak.

Padahal, musibah seperti tak beranjak dari Indonesia. Awal 2007, pemberitaan media cetak dan elektronik tak lepas dari bencana. Korban berjatuhan meninggalkan kesedihan. Satu per satu kawasan di nusantara ‘dijambangi’. Kecelakan beruntun terjadi di darat, udara, dan perairan.

Masih kental diingatan kita, bagaimana pesawat milik PT. Adam Sky Connection Airline jenis Boeing 747-300, raib dan diduga jatuh di perairan Sulawesi Selatan. Belum lagi, pesawat dari bendera sama terhempas di Surabaya, patah dua. Sebelumnya, KMP Senopati Nusantara tenggelam, Kereta Begawan, hingga belakangan kasus Levina-I terbakar dan berujung karam.

Aneh. Keselamatan penumpang dipertaruhkan demi nilai rupiah oleh pihak jasa angkutan. Padahal, ada aturan mengacu keberpihakan keselamatan untuk penumpang: Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001, tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan; Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992, tentang Penerbangan; dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992, tentang Pelayaran. Tidak jelas apakah hukumnya selama ini bisa ditegakkan.

Memang, dilarangnya pengoperasian sejumlah armada transportasi seperti KMP TB, mengakibatkan jadwal pelayaran di sedikit terganggu. Sejumlah kapal angkutan harus memenuhi rute lainnya, seperti KMP Simeulu ditarik ke Uleelhue.

Boleh dibilang musibah beruntun tak bakalan terjadi apabila pihak terkait ketat mengontrol. Jelas ada yang salah dalam tata kelola transportasi di republik ini. Pelarangan pemerintah untuk tidak terbang atau berlayar, dinilai langkah tepat. Akan tetapi, belum sebanding dengan banyaknya korban. Selamat bekerja, tingkatkan kewaspadaan dan pengawasan!

Azwani Awi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: