Menulis Aceh

ANTHONY Reid: pakar sejarah dunia; mengenal Aceh seperti kemeja yang dipakainya. Snouck Hungronje juga demikian. Seperti putih surban ketika dia menyaru sebagai ulama.

Keduanya pernah menulis tentang Aceh; lengkap. Keduanya tak pernah dibantah. Apakah sejarah Aceh yang mereka tulis demikian adanya. Keduanya benar. Orang Aceh hanya diam. Sesekali memprotes. Bahwa sejarah versi kedua filsuf ini sedikit salah.

Verandah of violence: sebuah buku apik tentang sisi kelam Aceh, digurat Anthony lewat pola pikir historia. Melalui penelitian mendalam, Aceh digalinya hingga ke sudut-sudut meunasah.

Snouck pernah belajar hingga ke Arab. Menelisik Islam, hingga persis ulama. Tapi Snouck tak pernah muslim. Ia kembali ke Aceh. Menelurkan politik pecah belah. Ulama dan Uleebalang Aceh pun perang; Cumbok (1946).

Snouck puas. Aceh cerai-berai. Orang Aceh berkelahi sesamanya. Penontonnya: Belanda. Snouck pun ketahuan belangnya. Ia dimaki dan dicaci. Tapi tulisan Snouck bertahan hingga kini; eksis.

Ratusan tahun setelah itu. Aceh kembali kelam; konflik serupa tak berbulu sama. Antony yang pakar, mencuri diam-diam kejadian di Aceh. Semangat keilmuannya bangkit. Prediksinya, sebuah buku lahir untuk Aceh. Ternyata benar. Buku Antony bahkan lebih lengkap dari isi otak orang Aceh sendiri. Dia menuangkan genosida Aceh.

H. Mohammad Said memandang Aceh dari sisi lain. Sudut pandangnya diambil dari kacamata wartawan. Ditambah analisis pakar sejarah. Dia mengupas sejarah Serambi Mekah dalam Aceh sepanjang Abad.

Di Aceh, tak ada pakar sepiawai Antony, Snouck dan Mohammad Said. Jika ada, paling Prof. Bahrein T. Sugihen; Guru besar Unsyiah. Sosiolog ini membaca Aceh dengan logat Bataknya yang kental. Aceh di mata Bahrein bahkan termasuk bonceng membonceng muda mudi di atas sadel motor.

Siapa orang Aceh bisa membaca Aceh? Banyak. Siapa orang Aceh bisa menulis Aceh? Sedikit, bahkan tak ada. Patutkah kita cemburu pada Antony; Snouck; dan Bahrein? Bukan masanya lagi cemburuan. Duduk, lihat, dan lakukanlah!

Azwani Awi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: