Pembantaian Jilid II

PEMBANTAIAN kembali terjadi di Bireuen, Senin (26/3/2007) dini hari. Sekelompok orang tak dikenal membabi-buta; membantai warga yang masih terjaga. Kejadian itu terjadi di tiga titik, di Kecamatan Juli, Bireuen.

Tak diketahui motif komplotan ini. Tiba-tiba mereka datang dari arah Bireuen. Mereka brutal; keroyokan membantai warga: tanpa alasan, mengayunkan parang dan pisau kepada pengunjung warung kopi di sana. Aksi mereka serupa komplotan mafia jalanan.

Tanpa basa-basi, puluhan pelaku mengenakan sebo ini melampiaskan nafsunya. Korban berjatuhan. Setelah selesai, kelompok bertopeng menuju arah selatan (Takengon).

Akibat insiden ini, delapan korban luka parah, lima kritis; mendapat perawatan intensif di RSU dr. Fauziah Bireuen. Sementara korban lainnya menderita luka ringan, juga mendapat perawatan medis.

Tahun lalu, di wilayah hukum Bireuen, juga terjadi kasus pembantaian sekeluarga: Ridwan M. Taher, 42 tahun, guru SMP Cot Rabo, Saudah M. Taher, 40 tahun, dan Riski Nafitri, 9 tahun. Mayat tiga orang sekeluarga ini ditemukan di pinggiran tambak Pulo Naleung, Kecamatan Peusangan, Bireuen, sekira pukul 23.30 wib, Minggu, 7 Mei 2006.

Ayah, ibu, dan anak ini dibunuh secara sadis. Tubuh ketiganya penuh luka bekas bacokan dan sayatan benda tajam. Munawir, anak Ridwan, selamat dari pembantaian itu dan sengaja ditinggalkan pembunuh di pinggiran tambak. Munawir menjadi saksi hidup ketika ayah, ibu, dan kakak kandungnya dibunuh di depan matanya.

Hingga saat ini, kasus itu belum terungkap. Kepolisian belum mampu menjawab teka-teki pembunuhan Ridwan M. Taher sekeluarga. Kini, aksi serupa muncul dengan cara berbeda. Mereka bergerombol ala mafia.

Pihak berwajib sudah turun tangan. Mereka memburu pelaku usai kejadian. Kata polisi, peristiwa sadis ini tindakan kriminal murni. Polisi menetapkan kasus itu sebagai salah satu perhatian utama untuk segera dituntaskan. Poilisi juga menyampaikan informasi itu ke Polres Bener Meriah dan Polres Aceh Tengah untuk membantu memburu pelaku.

Namun hingga kini, jejak “pasukan siluman” itu masih samar. Satu peleton Siaga Polres Bireuen sekira 30 personel sudah menyisir hingga ke kilometer 25 arah Takengon. Sedangkan barang bukti berupa satu parang diduga milik pelaku serta sejumlah kayu broti diamankan.

Layaknya Yakuza, komplotan pembantai kembali terjadi di Kota Juang itu. Di Jepang, Yakuza dikenal kekejamannya: sindikat mafia yang ingin memuaskan nafsu kelompok dan golongannya dengan kekerasan. Yakuza membunuh didasari bisnis maupun politik.

Yakuza punya banyak anggota dan kelompok. Terbesar bernama Yamaguchi-gumi (kelompok Yamaguchi). Kelompok ini diperkirakan memiliki sekitar 8 ribu anggota. Jumlahnya kian menyusut sekitar 50 persen karena banyak faktor: meninggal akibat perang antar gang, ditangkap petugas, masuk penjara, dan bunuh diri.

Yakuza, memiliki reputasi menakutkan. Tak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri. International Crime Threat Assessment (ICTA), sebuah lembaga di AS, menyebut Yakuza salah satu sindikat kejahatan terbesar dan sangat kuat di dunia. Yakuza berinvestasi di bidang properti, termasuk lapangan golf, hotel, sampai investasi di pasar modal. Bahkan, ada yang ahli bidang komputer dan teknologi finansial.

Insiden pembantaian jilid kedua di Bireuen ini, memercik tengarai, kelompok misterius beraksi di Aceh. Bisa saja, ini kelompok lama pambantai M. Taher, bermain kembali. Polisi harus ekstra keras, masyarakat sedang was-was. Yakuza ala Bireuen bisa saja memuntahkan darah di sisi Aceh yang lain.

Secara sepihak, mungkin masyarakat menganggap duka pembantaian sadis ini hanya tersisa bagi korban, keluarganya, dan lingkungan sekitar. Tapi, sebenarnya, pembantaian itu luka untuk kita semua; luka untuk Aceh. Pembantaian ini ibarat menorehkan cuka di atas sebuah bekas sayatan pisau di jari kita; pedih; masih ada pembunuhan di tengah perdamaian.

Kali ini, polisi harus jadi “perban“; membalut luka pembantaian ini.

Azwani Awi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: