Togel dan Backing

M. SALEH dan Syamsul Rizal nekad “bergaul” dengan toto gelap (togel). Alasannya himpitan ekonomi keluarga. Akibatnya, dua warga Langsa ini ke penjara. Padahal, mereka cuma penulis nomor orderan; M. Saleh penulis togel, Syamsul penulis judi bola.

Pengakuannya, mereka punya agen bernama Asiong. Warga etnis Tionghoa ini agen togel terbesar di Langsa dan Aceh Tamiang. Asiong membayar mereka dari hasil menulis rekap togel per harinya. Saleh dan Syamsul dibayar sekira 10 hingga 15 persen dari kerjanya.

Sabtu (25/2) pekan lalu keduanya apes. Beberapa anggota Sat Intelkam sekira pukul 14.30 wib menangkap keduanya di Jalan Rel Kereta Api Kota Langsa. Barang bukti rekap buku tulisan togel dan uang kontan diamankan.

Mereka melanggar Qanun Propinsi NAD tentang maisir atau perjudian. Juga terjerat KUHP pasal 303 tentang perjudian. “Dapat dihukum setinggi-tingginya lima tahun penjara,” tandas Iptu Burhanuddin, Kasat Reskrim Polres Langsa.

Togel senada judi. Tak dipungkiri, judi jenis ini merambah masyarakat kecil seperti mereka. Iming-iming uang setumpuk membuat mereka gelap mata.

Memprihatinkan judi masih beredar di Aceh! Apalagi, seperti pengakuan tersangka, mereka punya “beking kuat”. Kondisi ini, tentu, tidak mungkin bertahan jika tidak ada pem-backup-nya. Judi penyakit sosial. Seluruh permainan judi dilarang norma kesusilaan, norma hukum (pasal 303 KUHP), dan norma agama. Perjudian dapat menimbulkan kemalasan, mematikan rasio, merusak persaudaraan, bahkan menghancurkan solidaritas. Judi tidak sekadar berkaitan hal-hal-haram, tapi bagian masalah sosial yang tumbuh mengikuti dinamika kehidupan.

Undian resmi berbau judi pertama muncul pada 1968. Namanya Lotto, singkatan lotere totalisator, awalnya digelar di Jawa Timur. Era 70-an muncul nalo, toto, hingga undian berhadiah. Pada 1986, pemerintah mengeluarkan Porkas disusul KSOB. KSOB bubar setelah menjaring dana rakyat Rp1,2 triliun. Setelah itu terbit Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) sekitar Januari 1989. Judi satu ini popular di masyarakat. Para abang becak, buruh bangunan, pekerja asongan, guru, dan warga kelas bawah “menggandrungi” hingga lupa bekerja. Mereka mengadu nasib tak jelas. Empat tahun dibuka, SDSB meraup uang rakyat Rp4 triliun lebih. Rakyat menderita.

Kapolri Jenderal Polisi Sutanto pernah menginstruksikan seluruh jajarannya memberantas judi tanpa “tebang pilih”. Seluruh Kapolda diberi waktu sepekan memberantas judi di wilayahnya. “Kalau enggak mampu, banyak pejabat lain bisa melaksanakan,” ancam Sutanto. Gebrakan Sutanto berhasil. Bisnis perjudian mandek di mana-mana: Pekanbaru, Jakarta, Palembang, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lain. Malah Olo Panggabean, “gang master” judi di Sumut menghilang. Tersiar kabar, “ketua”—biasa Olo dipanggil—menjadi target operasi khusus polisi.

Sutanto boleh sukses di tempat lain. Tapi hari ini di Aceh, realita terjadi, judi masih “marak”. Judi merasuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat Aceh, terselubung tapi lancar. Apakah Sutanto berdiam diri? Ini persoalan krusial karena terjadi di wilayah Syariat Islam.

Jenderal Sutanto (Kapolri) dan Irjend Bachrumsyah Kasman (Kapolda NAD), hari ini, komitmen Anda dipertaruhkan; ditagih. Anda, selaku petinggi Polri, dinilai gagal memberantas judi di wilayah syariat Nanggroe Aceh Darussalam. Karena itu, Anda berdua harus segera membentuk tim khusus mengungkap dan menangkap “gembong” judi yang masih gentayangan di Aceh. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum, Togel dan beking seperti lepat dengan intinya; lengket; menyatu!

Azwani Awi

2 Tanggapan to “Togel dan Backing”

  1. Andrean Says:

    TOP 94,95,96
    Downloads software singapore di :
    http://sg-4dlive.blogspot.com/
    Semoga membantu…..

    Buat saya sudah terbukti 3d jebol…..

  2. apakah bermain saham juga termasuk judi?, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: